Kamis, 24 Juli 2014

zakat fittrah sebagai pelegkap ibadah


Zakat menurut bahasa adalah penyuci (kamus Al-Marbawi hal. 267). Menurut istilah agama Islam, zakat adalah kadar harta tertentu yang diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan beberapa syarat (Fiqh Islam,Sulaiman Rasyid hal. 192). Dalam hal ini, terdapat 2 macam zakat, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Berhubung saat ini yang paling erat kaitannya dengan ibadah dibulan suci ramadhan, maka saya akan membahas mengenai zakat fitrah saja.

Setiap muslim yang taat kepada Allah SWT wajib menyadari bahwa pelaksanaan ibadah puasa dibulan suci ramadhan harus diikuti dengan menunaikan zakat fitrah. Mengapa demikian? karena zakat fitrah merupakan pembersih jiwa, yang merupakan mata rantai amaliah puasa dibulan suci ramadhan. Jika kita cermati, hubungan antara zakat fitrah dengan puasa ramadhan memiliki hubungan sebab akibat. Jadi sifat santun terhadap orang orang miskin yang diwujudkan dengan pemberian sebagian harta kita kepadanya merupakan akibat/dampak langsung dari puasa itu sendiri (yang kita jalani).

Adapun landasan hukum mengenai pelaksanaan zakat adalah perintah Allah SWT yang banyak tertulis didalam kitab suci Al Qur’an, diantara adalah surat Al Baqarah ayat 43 yang berbunyi (dalam arti bahasa indonesia) ” Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat, serta ruku’lah bersama orang orang yang ruku’ (shalat berjamaah) “. serta masih banyak ayat dan hadist lainnya.

Adapaun zakat fitrah mempunyai beberapaa fungsi antara lain untuk melaksanakan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, untuk melengkapi kekurangan amaliah dibulan suci ramadhan agar memperoleh pahala yang sempurna, untuk mendorong setiap muslim mempunyai keprbadian yang dermawan, welas asih, peduli terhadap sesama dan mempunyai rasa kemanusiaan. Disamping itu zakat fitrah juga bisa berfungsi sebagai pengamalan ahlaq yang luhur dalam rangka mengatasi kesenjangan sosial didalam masyarakat dan agar semua orang (termasuk fakir miskin) bersama sama bergembira dalam menyambut hari raya Idul fitri seperti yang kita rasakan.

Sementara itu, orang yang wajib dizakat fitrahi adalah orang islam baik laki laki maupun perempuan, besar/ kecil, yang kaya maupun yang berstatus sebagai budak. Anak yang lahir sebelum terbenam matahari diakhir Ramadhan serta orang yang mempunyai kelebihan harta.

Adapun besarnya zajat fitrah yang dikeluarkan hanya sebanyak satu Sha’ berupa bahan makanan pokok penduduk setempat. Takaran 1 Sha’ berdasarkan informasi dari berbagai pihak yang berkompeten dibidangnya adalah 2,5 kg. Namun, dalam prakteknya karena jenis beras yang bermacam macam dan memiliki kandungan air yang berbeda, makan banyak pihak yang berpendapat serta menyimpulkan dengan cara mengambil jalan aman/moderat, bahwa 1 Sha’ sebaiknya dilebihkan sedikit menjadi 3 kg.

Untuk waktu pelaksanaan zakat fitrah, ada berbagai macam pendapat yang berbeda beda. Ada beberapa waktu yang bisa dilaksanakan antara lain, Waktu Utama yaitu zakat fitrah yang diberikan kepada penerima zakat pada hari raya sesudah subuh sebelum shalat Ied, Waktu Wajib yaitu adalah waktu penyerahan zakat fitrah mulai terbenamnya matahari diakhir bulan ramadhan, Waktu Jaiz yaitu sejak awal ramadhan hingga akhir ramadhan, Waktu Makruh yaitu jika zakat fitrah dibayarkan sesudah shalat Ied hingga terbenamnya matahari dihari itu, Waktu Haram jika zakat fitrah dibayarkan setelah matahari terbenam sesudah dilaksanakannya shalat Ied.

Selanjutnya adalah benda apa saja yang bisa dizakatkan, Zakat fitrah itu adalah makanan pokok seperti beras, gandum, dsb tergantung dimana tempat tinggalnya. Namun, ada sedikit perbedaan berasal dari madzhab Hanafi. Menurutnya tidak ada larangan membayar zakat fitrah berupa uang karena pada hakekatnya zakat fitrah adalah hak fakir miskin untuk menutupi kebutuhan mereka.

Menurut pendapat Imam 4 madzhab, Imam Al-Ghazali dan sebagian besar ulama besar lainnya dan berdasarkan Al-Qur’an surat At Taubah ayat 60 bahwa yang berhak menerima zakat fitrah adalah orang orang fakir, orang miskin, pengurus pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya untuk memerdekakan budak, orang orang yang berhutang untuk jalan Allah dan orang orang yang sedang dalam perjalanan.

Adapun orang yang tidak boleh menerima zakat fitrah antara lain adalah orang orang kaya yang sudah mempunyai kekuatan tenaga (orang yang sudah memiliki penghasilan maupun usaha yang sudah bisa mencukupi kebutuhannya), Hamba sahaya (hal ini dikarenakan mereka sudah mendapatkan nafkah dari tuannya) Keturunan Rasulullah SAW (Ahlul Bayt), orang yang sedang dalam tanggungan orang yang berzakat, serta yang terakhir adalah Non Muslim.

Yang terakhir adalah hikmah zakat, antar lain berguna untuk menolong orang lemah agar bisa menunaikan kewajibannya kepada Allah SWT, diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Sebagai sarana untuk membersihkan diri dari sifat kikir dan ahlaq tercela. Sebagai ungkapan syukur atas rizki, berkah, rahmat, nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Dan untuk mengantisipasi agar tidak timbul kejahataan dari mereka yang disebabkan karena perut lapar/kekurangan.

Demikian penjelasan singkat mengenai zakat (fitrah) yang akan kita laksanakan sebentar lagi mengingat sudah dekatnya waktu diakhir bulan suci ramadhan ini,semoga bermanfaat untuk kita semua.

Referensi : Mutiara Dakwah Asy-Syifa jilid 4 Bab Zakat, Infaq, dan Shadaqah.

Sumber : Kompasiana,

Sabtu, 19 Juli 2014

fakta menarik dibalik sejarah menara Eiffel..

Prancis terlebih Paris sangat diidentikkan dengan Menara Eiffel sebagai ikon mendunianya. Karena Menara Eiffel itulah Prancis sangat menarik untuk dikunjungi para wisatawan lokal maupun manca negara. Indahnya menara Eiffel sangat menarik dari segi  penampilan maupun kesannya.

Namun dibalik sejarah menara eiffel ternyata terdapat fakta yang tersembunyi. Apa saja fakta itu :


Sejarah menara eiffel


Menara Eiffel ini merupakan sebuah menara besi yang telah dibangun pada tahun antara 1887 dan 1889 di Champ de Mars yang berada di tepi sungai Sene di Paris , Perancis. Awalnya sang perancang menara Eiffel ini menginginkan untuk membangun menara di Barcelona. Tapi sayangnya rencana tersebut gagal karena dianggap mahal dan kurang menarik sehingga menuai berbagai kritikan.

Kemudian Eiffel tidak putus asa, dan membawa drafnya ke pihak penyelenggara pameran Universal di Paris. Yang kemudian menyetujui dan melakukan pembangunan menara ini pada Tahun 1989. Menara yang diresmikan pada tanggal 31 Maret 1989 dan dibuka pada tanggal 6 Mei kemudian ini diselesaikan oleh tiga ratusan pekerja , yang mereka harus bekerja dengan resiko yang sangat besar untuk menyelesaikan menara ini. Namun demikian karena telah diperhitungkan dengan cermat, korban meninggal hanya berjumlah satu orang saja.

Saat pertama kali dibangun menara Eiffel ini selalu menuai berbagai kritikan yang tajam dari penduduk Paris yang menilai bahwa kehadiran menara ini mengganggu. Dan berencana agar menara ini diruntuhkan 20 tahun seperti pada perjanjian yaitu lebih tepatnya pada tahun 1909. Namun rencana ini batal karena menara Eiffel dinilai menguntungkan bagi kota Paris. Dan itulah sedikit sejarah menara Eiffel yang tentunya menambah wawasan yang anda miliki.

Eiffel sebenarnya berencana membangun menara di Barcelona, untuk Pameran Universal 1888, tapi para pihak yang bertanggung jawab di balai kota Barcelona menganggapnya aneh dan mahal, dan tidak cocok dengan kota itu. Setelah penolakan Rencana Barcelona, Eiffel mengirim drafnya kepada pihak yang bertanggung jawab untuk Pameran Universal di Paris, dimana ia membangun menaranya setahun kemudian, yaitu 1889.

Eiffel memiliki izin berdiri menara selama 20 tahun, yang berarti harus dibongkar tahun 1909, ketika kepemilikannya diserahkan kepada Kota Paris. Kota telah berencana meruntuhkannya (bagian dari peraturan kontes asli untuk merancang menara yang mudah diruntuhkan) tapi setelah menara ini terbukti mendatangkan untung dari segi komunikasi, menara ini dibiarkan berdiri setelah izin tersebut kadaluwarsa.

Menara ini mendapat berbagai kritik dari masyarakat ketika dibangun, menyebutnya mengganggu mata. Surat kabar harian dipenuhi dengan surat kritik dari komunitas seni di Paris. Salah satunya dimasukkan dalam penerbitan Kantor Penerbitan Pemerintah AS William Watson mengenai Pameran Universal Paris: Teknik Sipil, Pekerjaan Umum, dan Arsitektur 1892. "Dan selama dua puluh tahun kita melihat, membentang ke seluruh kota, masih dijalani oleh orang-orang jenius berabad-abad, kita melihat bentangan seperti bayangan hitam dari kolom hitam yang dibangun dari lempengan besi berpaku.”[10] Penandatangan surat ini meliputi Messonier, Gounod, Garnier, Gerome, Bougeureau, dan Dumas.



1. Keliling Dunia dengan Naik Liftnya
Lift memang diperlukan untuk bangunan setinggi ini untuk mengangkut pengunjung ke atas dan ke bawah. Tahukah anda semua lif Menara Eiffel ini jika dihitung jumlah kegunaan per tahunnya adalah sama dengan 2 setengah kali mengelilingi dunia atau lebih dari103,000 km.





2. Terlihat Kokoh Namun Masih Bisa Digoyahkan

Menara ini bergoyang sedikit apabila hari berangin.Tetapi pada tahun 1999, angin ribut telah menyebabkan ia bergerak 13 cm dari kedudukan asalnya. Malah matahari juga bisa menyebabkan menara ini condong hingga 18 cm.



3. Dicat Dengan Cat Khusus

Menara besi ini juga diperlukan perawatan. Ia dicat setiap 7 tahun, tetapi bukan dengan sembarang cat yang digunakan,warna tembaga dengan variasi 3 tona telah dipilih kerana kombinasi 3 warna yang berbeda ini dianggap berpadanan dengan warna langit Paris. serta Hal ini lantaran menara ini sangat tinggi, sehingga perancangnya memutuskan untuk memberi 3 corak warna cat untuk mendapatkan efek shading yang indah.

Adapun warna yang lebih gelap berada pada bagian fondasi nya, warna yang lebih terang pada bagian tengahnya, dan yang warna yang paling terang untuk mengecat bagian paling atas menara. Perawatan terhadap menara ini harus menghabiskan 60 ton kaleng cat setiap tujuh tahun sekali agar tidak berkarat.




4. Mendaki Anak Tangga Menara Eiffel
Sewaktu pembukaan resmi Menara Eiffel, Arsiteknya "Gustave Eiffel" mendaki 1,710 anak tangga ke puncak menara untuk memacakkan sendiri bendera Perancis.



5. Terjun & Mati dari Menara Eiffel

Pada tahun 1912, Franz Reichelt adalah penemu parasut terjun dari lantai 3 menara Eiffel. Reichelt ingin melakukan uji coba terhadap penemuan barunya yaitu jaket parasut. Namun penemuan barunya itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya sehingga menyebabkan kematiannya.










6.Hitler Ingin Panjat Menara Eiffel

Selama Perang Dunia Kedua berlangsung, para tentara Perancis telah memotong kabel lift menara Eiffel. Mereka tidak ingin pihak lawan dapat menikmati pemandangan yang menakjubkan dari atas menara Eiffel. Sehingga ketika pendudukan Nazi di Perancis, Hitler harus memanjat sendiri menara ini untuk dapat mencapai ke atas. Pada tahun 1944, lift di menara Eiffel diperbaiki sehingga pihak Sekutu mendapatkan akses bebas untuk ke atas.






berikut ini gambar-gambar yang telah diambil dari berbagai sumber :






















http://forum.viva.co.id/

Senin, 14 Juli 2014

Jarak Antara Dua Pintu Surga



pADA tahun 2012 lalu, ilmuwan Islam, Syekh Abdul Majidaz-Zindany mengumumkan sebuah kebenaran mukjizat ilmiah (ijazulilmy) dari perkataan Rasululullah yang disampaikan 14 abad yang lalu.

Dalam hadist Abu Hurairah bahwa sabda Rasululullah saw:

“..demi dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya! Sungguh jarak antara dua pintu (yang ada daun pintunya), dari pintu-pintu surga seperti antara Makkah dengan Hajar, atau seperti antara Makkah dengan Bushra.” (HR. Muslim No. 287)

Syekh Abdul Majidaz-Zindany mengatakan pengukuran yang dilakukan dilapangan (secara daratan) tidak sepenuhnya bisa diandalkan, maka dari Itu harus diukur secara mengudara agar tidak terhalangi oleh hambatan medan di tanah.

Dan setelah pesawat terbang dan satelit ditemukan pada abad ke-20, manusia telah mampu mengukur jarak antara Makkah dan Hajar dan jarak antara Makkah dan Mushra, memalui google earth dan membuktikan kebenaran ilmiah dari hadist tersebut bahwa jarak Makkah-Hajar sama tepatnya dengan jarak Makkah-Bushra, dimana keduanya memiliki jarak yang sama yaitu 1.272 km.

Subhanallah! Subhanallah!

Sekali lagi kebenaran (Mukjizat) Baginda  Rasullullah SAW telah terbuktikan secara ilmiah melalui teknologi. Teknologi zaman sekarang yang sama sekali tidak dikenal di masa beliau.
Sungguh benar Firman ALLAH S.W.T :

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya, ucapannya itu tiada lain adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya) yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. [An-Najam 3-5].
Subhanallah....



wujud bantuan dari Allah..

ALAH MENGIRIM BANTUAN KE PALESTINA
Subhanallah..  Lagi2 Allah menunjukkan kuasanya untuk membantu rakya Palestina!

Ratusan Ikan Pari Terdampar Secara Misterius di Gaza Palestina.
“hari ini Allah menyediakan semua ini untuk kami”. katanya.
Ratusan Ikan Pari Terdampar Secara Misterius di Gaza Palestina ? – Ratusan ikan pari jenis mobula terdampar secara misterius di Pantai Gaza City, Rabu waktu setempat. Terdamparnya ratusan ikan pari jenis mobula ini tentu saja menjadi berkah tersendiri bagi warga Gaza yang tengah menghadapi konflik dan blokade dengan negara Israel.
Ikan pari jenis mobula merupakan salah satu spesies ikan yang banyak dicari oleh para nelayan setempat, selain banyak memiliki daging yang enak dimakan, ikan jenis ini berharga cukup mahal, yaitu sekitar 6 sampai 7 Sekhel atau sekitar Rp. 14 ribu. Biasanya warga Gaza mendapatkan ikan jenis ini dari Mesir yang dikirim melalui terowongan bawah tanah, karena susah didapat inilah salah satu faktor yang menyebabkan ikan pari jenis mobula ini berharga mahal dan sekarang para warga Gaza berpesta menyambut berkah yang luar biasa ini.
Menurut Nelayan setempat, ini bukan pertama kalinya ikan ikan ini terdampar, karena sebelumnya sebanyak 220 ekor ikan terdampar dan dia sangat yakin besok akan ada lebih banyak lagi ikan yang terdampar, “hari ini Allah menyediakan semua ini untuk kami”. katanya.
Pendapat Ahli.
Adalah Bob Rubin, salah seorang pakar ikan pari yang terkenal dari Universitas Santa Rosa di California, mencoba menguak misteri ini, namun tetap saja sampai saat ini belum terpecahkan.
Ini adalah hal yang aneh dan saya tidak pernah menemukan hal seperti ini sebelumnya. Saya telah bekerja di Teluk California bertahun-tahun dimana banyak sekali terdapat sekumpulan mobula, tapi saya belum pernah melihat mereka terdampar massal seperti ini,” kata dia.
Dia menambahkan, tanpa melihat kondisi ikan dan faktor lain seperti isi perut dan kondisi insang mereka, ia tidak bisa menentukan apa yang menyebabkan ikan-ikan itu terdampar.
Dugaan sementara, ia menyebutkan, suara bawah air atau sinyal listrik mungkin telah menyebabkan disorientasi bagi ikan-ikan itu. “Tapi itu hanya tebakan saya,” kata Rubin.
Kondisi Ikan yang terdampar ini memiliki goresan luka dibeberapa bagian tubuhnya, kebanyakan dibagian sirip.
Apapun penyebab terdamparnya ikan pari jenis mobula ini, yang pasti hal ini adalah suatu berkah yang luar biasa bagi warga Gaza Palestina yang tengah ditimpa konflik berkepanjangan dengan negara Israel .







hangatnya pelukanMu Allah

Kisah Nabi Musa a.s ingin melihat Tuhan

Dikisahkan Nabi Musa a.s naik ke atas Gunung Sinai, memenuhi panggilan Allah SWT., ia pun menitipkan Bani Israil ke Nabi Harun a.s., saudaranya, untuk naik ke gunung Sinai (Thuursina), gunung Allah yang keramat itu.  Tempat terkenal di daerah ini adalah Jabal Musa.Jabal Musa adalah nama sebuah puncak gunung tertinggi, dari sederetan gugusan pegunungan yang ada di semenanjung Sinai, Mesir. Dinamakan Jabal Musa (Gunung Musa), karena di puncak gunung itulah nabi Musa a.s. menerima wahyu dan berjumpa dengan Tuhannya, sebagaimana yang dikisahkan oleh Al Qur’an. Dalam agama Nasrani peristiwa ini terkenal dengan isitilah ” Ten Commandments atau Decalogue “.Setelah ia menyempurnakan 40 malam yang diisi dengan puasa dan beribadat sendirian di atas gunung itu, Allah SWT. pun berfirman dan menurunkan Taurat kepadanya. Kemudian Nabi Musa as. pun sangat rindu untuk dapat melihat Wajah Sang Kekasih yang telah berkata-kata kepadanya, Wajah Rabb-nya.Selanjutnya, dibentangkanlah sebuah pemandangan unik yang dikhususkan Allah untuk Nabi-Nya yang bernama Musa a.s. Pemandangan yang berupa pembicaraan langsung antara Allah Yang Maha agung dengan salah seorang hamba-Nya.“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhannya telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa, ‘Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau…” (QS. Al-A’raf: 143)Itu adalah peristiwa yang menakutkan dan membingungkan. Tetapi, Musa mampu menerima kalimat-kalimat Tuhannya, dan ruhnya melihat, mendekat, bergelora kepada apa yang dirindukannya.Maka, Musa lupa siapa dirinya, dia lupa apa dirinya itu, dan ia meminta sesuatu yang tidak layak dilakukan manusia di muka bumi ini, dan meminta sesuatu yang tidak dapat dipenuhi manusia di dunia ini. Ia meminta dapat melakukan penglihatan yang teragung, permintaan yang didorong oleh desakan rindunya, dorongan harapannya, gejolak cintanya, dan keinginannya untuk menyaksikan, hingga ia diingatkan oleh kalimat yang pasti.“Tuhan berfirman, ‘Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku….”Kemudian, Tuhan Yang Maha Agung lagi Maha Mulia berbelas kasihan kepadanya, dan memberitahukan kepadanya mengapa dia tidak akan dapat melihat-Nya, yaitu bahwasanya ia tidak akan mampu.“Akan tetapi, lihatlah ke bukit itu. Maka, jika tetap di tempatnya (seperti sediakala), niscaya kamu dapat melihat-Ku.”Gunung itu begitu kokoh dan mantap, dan gunung dengan kekokohan dan kemantapannya lebih kecil keterpengaruhannya dan responnya daripada manusia. Akan tetapi, apakah gerangan yang terjadi?“Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh…”Seluruh puncaknya tenggelam hingga terlihat rata dengan tanah, hancur berantakan. Musa sangat takut, dan berlakulah sesuatu pada keberadaan dirinya sebgai manusia yang lemah.“Dan, Musa pun jatuh pingsan.”Ia pingsan, tidak sadarkan diri.“Maka setelah Musa sadar kembali….”Kembali kepada dirinya, dan mengetahui ukuran kemampuannya, dan menyadari bahwa dia telah melakukan permintaan yang melebihi batas.“Dia berkata, ‘Maha Suci Engkau….”Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau, tak mungkin mata manusia dapat melihat dan memandang-Mu. “Aku bertaubat kepada Engkau,” dari melakukan permintaan yang melampaui batas.


kisah nabi Musa, as diatas membuktikan bahwa apa yg ada didunia ini dibumi ini , gunung gunung yg tetap berdiri kokoh , hamparan luas laut , sungai sungai yang terjuntai panjang , burung burung yg terbang , daun daun yg berguguran , itu semua adalah kuasa Allah , tidak cukupkah itu semua bagi kita untuk bersyukur  kepadaNya ? ya..aku sangat bersyukur dengan apa yg dikasih sama Allah , nikmat yg dikasih Allah dg cuma cuma , waktu yg disediakan Allah yg begitu lapang sehingga insya Allah dapat ku luangkan untuk menyapaNya , apapun..itu yg membuat hati ini takjub , terkesima , ingin memelukNya , ingin berada dihangat pelukNya , ingin meluapkan rasa dihati ini kepadaNya , ingin bercerita banyak , apakah itu berlebihan ? namun bukankah sudah jelas , ketika nabi Musa, as ingin bertemu Allah dijawablah "lihatlah gunung itu , jika kau melihatnya tetap berdiri dengan kokoh dan tetap ditempatnya , niscaya kau dapat melihatKu" , dengan apa yg ingin rasa hati ini ingin ungkapkan kepadaNya , cukuplah sholat sebagai media untuk curhat kepadaNya , sajadah untuk dasar bersujud kpadaNya , bertasbih cara mengucapkan terimakasih kepadaNya , membaca al-quran memahami setiap firman firmanNya , mungkin itu lah caranya bisa peluk Allah , untuk mengungkapkan meluapkan rasa syukur juga rasa cinta kepadaNya , segala puji bagi Allah atas apa yg telah diciptakan juga nikmat yg Ia beri , Allahuakbar...

Jumat, 11 Juli 2014

kutipan tengah malam

tiada tempat tinggal yang akan dihuni seorang setelah kematiannya kecuali tempat tinggal yang telah ia bangun sebelum kematiannya.

jika ia membangunnya dg kebaikan ,
maka indahlah (tempat tinggal itu) ,
namun..jika ia bangun dg keburukan (dosa dosa) ,
niscaya merugilah pemiliknya .

jiwa (seseorang) itu selalu mencintai dunia ,
padahal ia tahu bahwa zuhud didunia adalah dg meninggalkannya .

maka tanamkanlah poko ketakwaan itu ,
selama kamu mampu .
ketahuilah ! bahwa kamu akan menjumpainya setelah kematianmu .

"barang siapa ingin merasakan kemuliaan akhirat , maka perbanyaklah berpikir..niscaya dia akan menjadi tahu" (Al-Adhamah lil Ash-bahani/51)

Kamis, 10 Juli 2014

::17 PENGHAPUS DOSA::


Manusia pasti berbuat dosa dan pasti butuh ampunan Allah. Oleh karena itu Allah memberikan keutamaan dan kemurahan kepada hambaNya dengan mensyariatkan amalan-amalan yang dapat menghapus dosa disamping taubat. Sebagiannya dijelaskan dalam Al Qur’an dan sebagiannya lagi dalam Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.Diantaranya sebagai berikut:

1. Menyempurnakan wudhu dan berjalan ke masjid, sebagaimana disampaikan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dapat menghapu dosa dan mengangkat derajat. Mereka menjawab: ya wahai rasululloh. Beliau berkata: menyempurnakan wudhu ketika masa sulit dan memperbanyak langkah kemasjid serta menunggu shalat satu ke shalat yang lain, karena hal itu adalah ribath” (HR Muslim dan Al Tirmidzi).

Juga dalam sabda beliau yang lain:

“Jika seseorang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya kemudian berangkat sholat dengan niatan hanya untuk sholat, maka tidak melangkah satu langkah kecuali Allah angkat satu derajat dan hapus satu dosa” (HR. Al Tirmidzi).

2. Puasa hari Arafah dan A’syura’, dalilnya:

“Nabi Bersabda: Puasa hari Arafah saya berharap dari Allah untuk menghapus setahun yangsebelumnya dan setahun setelahnya dan Puasa hari A’syura saya berharap dari Allah menghapus setahun yang telah lalu” (HR. At Tirmidzi dan di-shahih-kan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ no. 3853)

3. Shalat tarawih di bulan Ramadhan, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Siapa yang menegakkan romadhon (shalat tarawih) dengan iman dan mengharap pahala Allah maka diampunilah dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun ‘Alaihi)

4. Haji yang mabrur, dengan dalil:

“Siapa yang berhaji lalu tidak berkata keji dan berbuat kefasikan maka kembali seperti hari ibunya melahirkannya” (HR. Al Bukhari)

dan sabda beliau:

“Haji mabrur balasannya hanyalah surga” (HR. Ahmad).

5. Memaafkan hutang orang yang sulit membayar, dengan dalil:

“Dari Hudzaifah beliau berkata Allah memanggil seorang hambaNya yang Allah karuniai harta. Maka Allah berkata kepadanya: Apa yang kamu kerjakan didunia? Ia menjawab: Wahai Rabb kamu telah menganugerahkanku hartaMu lalu aku bermuamalah dengan orang-orang. Dan dahulu akhlakku adalah memaafkan, sehingga aku dahulu mempermudah orang yang mampu dan menunda pembayaran hutang orang yang sulit membayar. Maka Allah berfirman: Aku lebih berhak darimu maka maafkanlah hambaKu ini” (HR. Muslim).

6. Melakukan kebaikan setelah berbuat dosa, dengan dalil:

“Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada, ikutilah kejelekan dengan kebaikan yang menghapusnya dan pergauli manusia dengan etika yang mulia” (HR Al Tirmidzi dan Ahmad dan dishohihkan Al Albani dalam Shohih Al Jaami’ no. 97.)

7. Memberi salam dan berkata baik, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Sesungguhnya termasuk sebab mendapatkan ampunan adalah memberikan salam dan berkata baik” (HR Al Kharaithi dalam Makarim Al Akhlak dan di-shahih-kan Al Albani dalam Silsilah Al Ahadits Al Shahihah, no. 1035)

8. Sabar atas musibah dengan, dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman: Sungguh Aku bila menguji seorang hambaKu yang mukmin, lalu ia memujiku atas ujian yang aku timpakan kepadanya, maka ia bangkit dari tempat tidurnya tersebut bersih dari dosa seperti hari ibunya melahirkannya” (HR Ahmad, dan dihasankan Al Albani dalam Silsilah Al Ahadits Al Shohihah no. 144).

9. Menjaga shalat lima waktu dan jum’at serta puasa Ramadhan, dengan dalil sabda Rasulullah:

“Sholat lima waktu dan jum’at ke jum’at dan Romadhon ke Romadhon adalah penghapus dosa diantara keduanya selama menjauhi dosa besar” (HR Muslim)

10. Mengumandangkan adzan, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Seorang Muadzin diampuni dosanya sepanjang (gema) suaranya” (HR Ahmad dan dishohihkan Al Albani dalam Shahih AL Jaami’ no. 1929)

11. Shalat wajib, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sungai di pintu yang digunakan untuk mandi setiap hari lima kali, pa yang kalian katakan apakah tersisa kotorannya? Mereka menjawab: Tidak sisa sedikitpun kotorannya. Beliau bersabda: sholat lima waktu menjadi sebab Allah hapus dosa-dosa” (HR. Al Bukhari).

12. Memperbanyak sujud, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Hendaklah kamu memperbanyak sujud kepada Allah, karena tidaklah kamu sekali sujud kepada Allah kecuali Allah mengangkatmu satu derajat dan menghapus satu kesalahanmu (dosa)” (HR Muslim).

13. Shalat malam, dengan dalil:

“Hendaklah kalian sholat malam, karena ia adalah adat orang yang sholeh sebelum kalian dan amalan yang mendekatkan diri kepada Robb kalian serta penghapus kesalahan dan mencegah dosa-dosa” (HR Al Haakim, dan dihasankan Al Albani dalam Irwa’ Al Ghalil 2/199).

14. Berjihad dijalan Allah, dengan dalil:

“Semua dosa orang yang mati syahid diampuni kecuali hutang” (HR Muslim)

15. Mengiringi haji dengan umrah, dengan dalil:

“Iringi haji dengan umroh, karena mengiringi antara keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana Al Kier (alat pembakar besi) menghilangkan karat besi” (HR Ibnu Majah dan dishohihkan Al Albani dalam Shohih Al Jaami’ no,2899)

16. Shadaqah, dengan dalil:

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Baqarah: 271)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pun bersabda:

“Shadaqah menghapus dosa seperti air memadamkan api” (HR Ahmad, Al Tirmidzi dan selainnya dan di-shahih-kan Al Al Bani dalam Takhrij Musykilat Al faqr no. 117)

17. Menegakkan hukum pidana sesuai syariat Islam, dengan dalil:

“Siapa saja yang melanggar larangan Allah kemudian ditegakkan padanya hukum pidana maka dihapus dosa tersebut” (HR Al Haakim dan dishohihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ no,2732)

Demikian sebagian penghapus dosa, mudah-mudahan penjelasan ini bermanfaat.


Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.